Bandar Bola & Casino Online

bandar bola

dadu koprok

6 Pemain Legendaris Terbaik Persib Bandung

Dalam perjalanan sebuah klub sepakbola besar, tentu akan selalu diiringi dengan kemunculan para pemain-pemain bintang yang selalu bisa mempersembahkan gelar untuk klub yang menaungi mereka. Tak terkecuali Persib Bandung. Didirikan sejak tanggal 19 Maret 1933, tim yang juga dijuluki Tim Maung Bandung ini telah berhasil menyabet berbagai trofi, baik laga turnamen maupun kompetisi.

Tentu saja pencapaian Persib hingga dinobatkan sebagai salah satu klub sepakbola raksasa di Indonesia tidak lepas dari kerja keras para pemain legendaris terbaiknya.

Persib Bandung

6 Pemain Legendaris Terbaik Persib Bandung

Robby Darwis

Robby Darwis pernah dijuluki Bima ketika masih aktif bermain. Robby lahir pada bulan Oktober 1964 di Bandung. Pemain yang berada di posis libero ini layak dinobatkan sebagai salah satu legenda Persib Bandung atas prestasi dan pencapaiannya selama meniti kariernya di lapangan hijau bersama Persib.

Robby berhasil mengantarkan Persib menjadi juara perserikatan pada tahun 1986, 1989-1990 serta 1993-1994. Ia juga berhasil membawa Persib menjadi juara Liga Indonesia I pada tahun 1994-1995 serta lolos dalam Liga Champions Asia tahun 1995 dan segudang prestasi lainnya. Tak heran jika setelah ia pensiun, ia sempat menjadi pelatih bagi Persib, yaitu pada tahun 2008 serta 2010.

Djajang Nurdjaman

Djadjang Nurdjaman lahir di Majalengka pada 17 Oktober 1964, ia merintis karir profesionalnya di lapangan hijau pada tahun 1979 bersama Sari Bumi Raya Bandung. Setelah itu, Djanur—sapaan akrabnya, hengkang ke sejumlah klub hingga melabuhkan diri di Persib mulai tahun 1985 hingga 1995.

Selama bermain di Persib, Djanur juga pernah membawa klub Maung Bandung ini meraih juara Perserikatan tahun 1986. Yang tak terlupakan pada musim itu ialah saat ia berhasil mencetak gol semata wayang sebagai kemenangan Persib atas Perseman Manokwari dalam laga final. Ia pun melatih Persib pada periode 2007-2008.

Yusuf Bachtiar

Yusuf Bachtiar pensiun pada usia 39 tahun. Kariernya bersama Persib dimulai dari tahun 1987-1998. Sepak terjang terakhirnya bersama Persib Bandung adalah di tahun 2001. Ia sukses menyumbang sebuah gol perpisahan sebelum hijrah ke Persikab Kabupaten Bandung.

Dalam satu dekade kariernya bersama Tim Maung Bandung, Si Kancil—julukan yang disematkan pada Yusuf—berhasil membawa Persib meraih beberapa gelar juara. Ia sempat menjadi pelatih, namun sayangnya level lisensi kepelatihan tidak sampai tertinggi. Pria kelahiran 1962 ini lebih disibukkan menjadi karyawan salah satu perusahaan BUMN.

Ajat Sudrajat

Ajat Sudrajat merupakan mantan striker Persib dengan nomor punggung 10. Bersama Persib, ia berhasil mengantarkan klub yang menaunginya ini menjadi juara perserikatan di tahun 1986, juara Pesta Sultan Hasanal Bolkiah di Brunai tahu 1986 dan juara Perserikatan pada 1989-1990.

Selain ganas di lapangan hijau dan paling banyak diidolakan oleh para bobotoh, Ajat juga dikenal sebagai salah satu pemain kontroversial. Sewaktu para pemain Persib dijanjikan bonus sebuah mobil taksi dengan catatan harus menyetor uang kepada pengusaha yang memberikan taksi, Ajat marah dan menolak. Ia memilih hengkang dari Persib.

Sutiono Lamso

Piala yang disabet Persib Bandung pada Perserikatan 1993-1994 dan juga Liga Indonesia 1994-1995, mungkin tidak akan ada tanpa kerja keras Sutiono Lamso, pemain legenda Persib kelahiran Purwokerto. Sebab ialah yang mencetak gol kemenangan bagi Persib. Di era tahun 90-an, Sutiono Lamso dielu-elukan oleh ribuan bobotoh ketika arak-arakan juara.

Sutiono Lamso juga sempat mencicipi bangku pelatih meski belum tercatat menangani klub profesional. Namun setidaknya, ia pernah membawa Persib U-15 menyabet gelar juara kompetisi di tahun 2005.

Adeng Hudaya

Adeng Hudaya merupakan libero sekaligus kapten Persib saat meraih masa kejayaan dalam pentas sepakbola nasional dalam kompetisi era Perserikatan. Adeng yang lahir di Garut, 30 Juni 1957 memulai debutnya bersama Persib pada tahun 1979.

Bersama Tim Maung Bandung, Adeng berhasil memboyong klub yang menaunginya tersebut menjadi juara kompetisi Perserikatan pada tahun 1986 dan 1989/1990. Perjalanan karier Adeng yang relatif mulus sukses membuatnya menjadi salah satu legenda hidup Persib Bandung yang diganjar dengan penghargaan pada tahun 2017 bersama sederet nama legenda Persib lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prediksi Bola Malam Ini