Deretan Striker Timnas Indonesia Paling Produktif Sepanjang Masa

Posisi striker atau penyerang dalam tim kesebelasan merupakan posisi yang paling diapresiasi karena diibaratkan sebagai ujung tombak bagi tim. Dari striker pula lah kemudian lahir gol-gol, yang menjadi penentu kemenangan tim dalam suatu laga. Demikian pula dengan jajaran striker Timnas berikut ini, selama membela kesebelasan nasional, striker-striker ini dianggap paling produktif.

Striker Timnas

Jajaran Striker Timnas yang Paling Produktif Sepanjang Masa

Adityo Darmadi

Adityo Darmadi merupakan legenda di Persija Jakarta maupun Timnas Indonesia di era tahun 1980-an. Pemain bernomor punggung 9 ini memiliki gaya serangan yang konvensional namun tepat sasaran. Striker kelahiran kota Solo ini merupakan satu dari top scorer Perserikatan Divisi Utama tahun 1986 dan masuk ke Timnas pada era yang sama bersama dengan Ricky Yakobi, pemain terbaik Galatama.

Soetjipto Soentoro

Mungkin terdengar sedikit kontroversial jika menempatkan nama Soetjipto Soentoro menjadi salah satu top scorer Timnas Indonesia, sebab semua laga yang ia cicipi bersama PSSI tidak semua didokumentasikan dan dicatat secara resmi. Namun, adalah hal yang tidak terbantahkan bahwa Soetjipto merupakan legenda yang pada masa kejayaannya, rajin membobol gawang lawan.

Ia juga merupakan legenda pada klub raksasa ibukota, Persija. Pada era 1960 hingga 1980-an, ia memperkuat skuad Timnas Indonesia. Selama kariernya yang cemerlang dalam lini serangan Timnas, ia berhasil membukukan kurang lebih 57 gol dalam 68 laga.

Bambang Pamungkas

Striker Timnas kelahiran 10 Juni 1980 ini tercatat sebagai pemain yang paling banyak bergabung dalam skuad kesebelasan nasional ini. Selama periode 1998-2012, Bepe—sapaan akrabnya—telah memperkuat Timnas Indonesia pada 85 laga internasional. Ia memulai debutnya bersama Timnas ketika usianya masih 18 tahun, kala itu ia berhadapan dengan Lithuania dalam rangka pertandingan persahabatan.

Dalam 77 laganya bersama Timnas, ia berhasil menyumbang 36 gol. Kepiawaiannya dalam mengolah kulit bundar sekaligus gelar yang pernah ia sandang sebagai kapten Timnas membuatnya menjadi salah satu bintang di dalam lapangan maupun luar lapangan.

Kurniawan Dwi Yulianto

Nama Kurniawan menjadi buah bibir dalam sepakbola Indonesia ketika ia berpartisipasi dalam program mercusuar PSSI, pelatnas jangka panjang yang diadakan di Italia pada periode 1993-1994. Selepas bermain apik dengan Timnas Primavera, ia sempat dikontrak selama setahun oleh klub Swedia, FC Luzern.

Sayangnya, striker Timnas kelahiran 13 Juli 1976 ini sempat mengalami pasang surut dalam kariernya. Ia bahkan semakin terpuruk ketika tersangkut kasus narkoba pada awal tahun 2000-an. Namun oleh Peter Withe, ia dimasukkan dalam lini serangan Timnas pada Piala AFF 2004. Sepanjang kariernya, ia telah menorehkan 31 gol dalam 60 laga.

Rochy Putiray

Rochy Putiray merupakan striker kelahiran Maluku yang memulai kariernya bersama tim Arseto Solo. Pemain ini selalu tampil nyentrik dalam setiap kesempatan, seperti dengan mengecat warna-warni rambutnya. Meski perawakannya kurus, ia lihai menggiring bola dan membobol gawang lawan.

Kiprahnya di lapangan hijau bersama Timnas Indonesia pun tidak dapat diremehkan. Dalam 41 laga yang Rochy jalani bersama Tim Garuda, ia berhasil menyumbang 17 gol.

Budi Sudarsono

Striker Timnas paling produktif dengan gaya permainan paling unik layak disematkan pada Budi Sudarsono. Kemampuannya melakukan aksi gocek di lapangan hijau membuatnya dijuluki sebagai si Ular Phyton. Ia jeli mencari celah dalam segala situasi.

Selama bergabung dalam Timnas Indonesia Interval pada tahun 2001 hingga 2009, Budi tercatat telah menyumbang setidaknya 16 gol dalam 46 pertandingan. Budigol—julukan lain Budi—juga dinobatkan sebagai salah satu top scorer pada Piala AFF 2008.

Egy Maulana Fikri

Pada Tim Garuda U-19, Egy Maulana Vikri menjadi pemain dengan torehan gol paling subur di tahun 2017. Striker Timnas U-19 asal Sumatera Utara ini tercatat berhasil menyumbangkan 13 gol dalam 18 kali laganya bersama Tim Garuda. Dari laman resmi PSSI yang melansir rekapitulasi pemain-pemain terbaiknya sepanjang musim 2017, Egy meraih posisi top scorer mengungguli striker Garuda level senior.

Reputasinya di lapangan rumput sukses mengantarkan striker berusia 18 tahun ini sebagai salah satu pemain terbaik di Piala AFF U-19 2017. Tidak menutup kemungkinan bahwa ia juga akan menjadi top scorer di timnas senior kelak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prediksi Bola Malam Ini