Bandar Bola & Casino Online

bandar bola

dadu koprok

Klub-Klub Sepak Bola Indonesia yang Sudah Bubar dan Pernah Menjadi Juara

Klub-klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar ternyata banyak yang pernah memperoleh juara di berbagai macam liga. Tidak sedikit dari klub tersebut yang bubar karena tidak mempunyai biaya atau memang sudah merasa lelah bergelut dalam dunia persepakbolaan.

Mereka yang dahulu pernah berjaya sekarang hanya tinggal namanya saja dalam arsip sejarah dunia sepak bola Indonesia. Ada pula klub yang harus mengganti namanya untuk beberapa alasan demi bisa bertahan hidup.

Klub-Klub Sepak Bola Indonesia yang Sudah Bubar

Memang tidak semua klub lama bernasib sama seperti mereka yang harus bubar, ada juga yang hingga kini masih bertahan dengan berbagai prestasinya. Meskipun mereka telah mengalami banyak pergantian kepengurusan, tetapi nama mereka masih beruntung karena bisa berkibar di dunia sepak bola Indonesia.

Klub-klub tersebut antara lain seperti PSMS Medan, klub Persib Bandung, serta Persebaya Surabaya. Berikut ini adalah beberapa klub-klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar meskipun dahulunya pernah berprestasi dan menjadi juara.

Klub-Klub Sepak Bola Indonesia yang Sudah Bubar dan Pernah Menjadi Juara

Warna Agung

Siapa yang tidak mengenal nama klub Warna Agung pada tahun 1970-an sampai 1980-an, hampir semua orang yang hidup pada tahun tersebut mengetahui namanya bahkan Warna Agung sudah melekat di dalam memori mereka.

Pada tahun 1971 pengusaha cat ternama di Indonesia bernama Benny Mulyono telah mendirikan klub Warna Agung yang kemudian menjadi juara dalam edisi perdana untuk Liga Sepak Bola Utama atau yang disingkat dengan Galatama di tahun 1979.

Ketika awal diadakannya Galatama, Warna Agung telah menjadi kekuatan yang besar dalam sepak bola kala itu. Waktu itu di Stadion Cendrawasih Jakarta, Warna Agung Jakarta telah menunjukkan prestasinya. Tidak heran jika pecinta bola di era awal Galatama pasti mengetahui pelatih terkena yaitu Endang Witrasa dan beberapa pemainnya yaitu Risdianto, Ronny Pattinassarani, Rully Nere, Simson Rumahpasal, hingga Roby Binur.

Warna Agung naik ke puncak setelah menjadi juara dalam edisi pertama Liga Sepak bola Utama. Namun, klub ini mengalami masalah pada beberapa tahun setelah kemenangan tersebut. Ada kabar jika sang pelatih menolak terima suap yang kala itu sedang ramai di Galatama.

Hal tersebut membuat sang pelatih menjadi tidak tahan karena banyak bandar yang berusaha mengatur di Galatama. Hingga akhirnya Warna Agung hilang dari percaturan jagat sepak bola usai musim perdana untuk LIGINA.

Niac Mitra

Klub-klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar serta pernah menjadi juara selanjutnya adalah Niac Mitra. Siapa yang tidak mengetahui nama klub Niac Mitra Surabaya, yang kala itu berjaya di Galatama bersama dengan Jayakarta, Pertedex, Indonesia Muda, serta Warna Agung di tahun 1979.

Niac Mitra adalah klub yang didirikan oleh pengusaha industri bioskop yang bernama Alexander Wenas. Yang membuat publik menjadi semakin senang saat itu adalah karena adanya dua pemain asing dari Singapura yaitu Fandi Achmad serta David Lee.

Dalam Galatama klub ini berhasil meraih juara sebanyak 3 kali pada tahun 1981/1982, kemudian 1982/1983, dan terakhir pada tahun 1986/1987. Era Niac Mitra kala itu tidak ada yang bisa mengalahkannya, bahkan klub Arsenal pernah terkalahkan dengan skor 2-0. Namun, pada tahun 1991 Alexander Wenas memilih membubarkan klubnya karena menilai liga telah menerapkan langkah salah dengan cara melebur dua divisi.

Saat itu, raja media dari Jawa Pos yang bernama Dahlan Iskan memberikan bantuan pada Niac Mitra. Akan tetapi Wenas ingin nama Niac diganti jika klub berganti kepemilikan. Karena Niac adalah nama gedung bioskop miliknya yaitu New Internasional Amusement Center.

Krama Yudha Tiga Berlian

Pada era Galatama, klub ini menjadi salah satu klub yang besar di sepak bola Indonesia. Bahkan, klub yang didirikan oleh Sjarnoebi Said tersebut adalah klub yang bisa tampil pada Piala Winners Asia. Sebelumnya pada kompetisi Galatama, klub ini mampu meraih gelar juara yaitu pada tahun 1985/1986.

Sayangnya ketika akan mengikuti Piala Winners Asia pada tahun 1990/1991, Sjarnoebi Said malah membatalkan keikutsertaannya yang saat itu beralasan bahwa kiper utama Eddy Harto sedang tidak baik mentalnya.

Pada ajang Galatama tahun 1991, Sjarnoebi tidak bisa membayar operasional tim yaitu menunggak gaji dari para pemain. Akhirnya Sjarnoebi harus menarik keikutsertaannya juga pada Galatama tahun 1991 yang artinya Krama Yudha Tiga Berlian akan bubar.

Meskipun beberapa tahun berikutnya gaji para pemain sudah terbayarkan, namun klub ini tetap tidak mengikuti Galatama lagi. Hal tersebut menjadikan KTB menjadi salah satu dari klub-klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar dengan perolehan prestasi yang bagus.

Itulah beberapa klub-klub sepak bola Indonesia yang sudah bubar, namun pernah meraih gelar juara pada era Galatama. Meskipun begitu mereka tetap menjadi klub legendaris yang tidak bisa dilupakan begitu saja.

Recent search terms:

  • klub sepak bola indonesia yang bubar (7)
  • Klub Bola Indonesia (1)
  • sepak bola indonesia bubar (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prediksi Bola Malam Ini