Profil dan Sejarah Persela Lamongan

Profil dan Sejarah Persela Lamongan atau dikenal dengan Persatuan Sepak Bola Lamongan. Sesuai dengan namanya Persela bermarkas di daerah Lamongan, Jawa Timur. Team sepak bola berjuluk Laskar Joko Tingkir ini di kelola oleh PT. PERSELA JAYA.

 

Stadion tempat mereka latihan serta melakukan pertandingan kandang adalah Stadion Surajaya Lamongan, klub bola Persela Lamongan di dirikan pada tanggal 18 April 1967, sedangkan barisan kelompok suporter yang di miliki team berjuluk Laskar Joko Tingkir yakni suporter LA MANIA & Curva Boys 1967.

 

Kini skuat kesebelasan Persela Lamongan di nahkodai seorang pelatih yang tidak usah diragukan lagi debut ke pelatihan nya di sepak bola Indonesia, yaitu Aji Santoso. Bahkan Aji Santoso sempat beberapa kali dipercaya untuk memegang Timnas U-23 pada tahun 2011 sebagai asisten pelatih dan pada tahun 2013 – 2015.

 

Dalam setiap laga kandang Persela selalu memakai kostum biru muda, sedangkan dalam laga tandang mereka memakai baju putih dengan celana biru muda.

 

Pada tanggal 18 April 1967 ditetapkan sebagai tanggal di dirikan Persela Lamongan, itu karena debutnya Persela meniti karier klub sepak bolanya berawal pada 18 april 1967. Namun begitu eksistensi klub bola Persela Lamongan baru bisa ditunjukkan jauh setelah mereka berdiri, tepatnya klub bola Persela Lamongan baru mulai menunjukkan eksistensinya di laga profesional pada musim 2003, ketika itu Persela Lamongan berhasil mendapatkan promosi ke ajang Divisi Utama Liga Indonesia atau di kenal sebagai kancah tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia.

 

Tentunya butuh perjuangan serta perjalanan panjang bagi Persela Lamongan untuk sampai sejauh itu, mereka harus lebih dulu berkutat di level bawah atau bisa di bilang meniti karier klub bolanya dari nol. Mulai dari Divisi Dua Liga Indonesia, Divisi Satu Liga Indonesia dan pada akhirnya penantian mereka bebuah hasil sukses dengan promosi ke divisi utama melalui partai play-off tepatnya pada penghujung tahun 2003 di Stadion Manahan Solo.

 

Mulai sejak saat itulah Persela Indonesia masuk divisi utama liga Indonesia, walaupun belum bisa menjadi juara namun Persela Lamongan berhasil menunjukkan permainan terbaiknya dan berhasil menembus Superliga, yaitu kasta tertinggi kompetisi sepak bola tanah air yang memang baru di gulirkan pada masa itu. Namun sampai sekarang Persela Lamongan masih tetap konsisten berada di Liga Satu sebagai kasta tertinggi Liga sepak bola di Indonesia, yang diisi 18 klub sepak bola.

 

Hingga kini Persela Lamongan sudah banyak melahirkan para pemain-pemain yang berbakat serta berkualitas, Persela juga tidak pernah absen memunculkan pemain muda yang berkualitas. Karena di setiap tahun mereka selalu melahirkan bakat-bakat berkualitas, sebut saja, Birul Walidan, Saddil Ramdani, M Fahmi Al Ayyubi, Ahmad Nur Hardianto, Ghifari Vaiz Adhitya, Sugeng Efendi, Samsul Arif, Zaenal Arifin, Fandi Eko Utomo, Dendy Sulistyawan, dan sederet para pemain yang terbaik lainnya.

 

Di bawahan arahan pelatih Aji Santoso Persela Lamongan kini lebih mengedepankan talenta pemain-pemain muda, pada musim ini sang pelatih Aji Santoso Persela menambah dua pemain muda asli didikan Persela U-19 yaitu Ghifari Vaiz Adhitya dan Sugeng Efendi. Lantaran sang pelatih melihat kedua pemain mempunyai potensi besar dimiliki kedua pemain itu, sehingga pastinya sangat besar peluang kedua pemain bisa memberikan permainan terbaik di Persela Lamongan.

 

Itulah sedikit informasi profil dan sejarah Persela Lamongan, semoga bisa sedikit menambah pengetahuan anda semua.

Recent search terms:

  • Sejarah persela lamongan (1)
  • sejarah pesela (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Prediksi Bola Malam Ini